Dirjen PAUDNI Prof.Dr. Lydia Freyani Hawadi, psikolog memberikan arahan
kepada peserta diklat tutor paud dan guru TK di Hotel Santika, Mataram
(7/10)
MATARAM. Pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi guru
pendidikan anak usia dini (PAUD) perlu digencarkan. Ini untuk mengatasi
masih rendahnya tingkat pendidikan guru PAUD yang ada saat ini.
“Idealnya guru PAUD berpendidikan minimal S1. Namun saat ini, baru 16
persen Guru PAUD yang berpendidikan sarjana. Lainnya memiliki tingkat
pendidikan yang lebih rendah. Bahkan di beberapa daerah masih ada guru
PAUD yang hanya lulusan SMP,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak
Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Lydia Freyani
Hawadi, Psikolog saat pembukaan Diklat Peningkatan Kompetensi Tutor PAUD
di Mataram, Nusa Tenggara Barat, belum lama ini.
Untuk itu Guru Besar Universitas Indonesia ini menyatakan intensitas
penyelenggaraan diklat bagi guru PAUD perlu ditingkatkan demi
peningkatan kompetensi para pendidik tersebut.
“Dengan banyak mengikuti diklat, kemampuan guru PAUD dalam membentuk
individu, kepribadian, dan watak anak akan semakin bertambah,” ujar Reni
Akbar Hawadi, panggilan akrab Lydia.
Selain itu, Reni juga mendorong guru PAUD untuk memiliki motivasi
dari dalam dirinya sendiri untuk sering mengikuti berbagai diklat,
terutama bagi mereka yang baru menjadi guru PAUD.
“Kita tahu bahwa usia dini ini adalah usia krusial jadi sehingga mau
tidak mau para guru harus punya keinginan untuk meningkatkan
kemampuannya,” tambah Reni. (
Warta
October 24, 2012 Sugito/HK)